Kamis, 31 Mei 2012

Bagaimana Rasanya Bekerja di Google ?


Google kita tahu, kini telah menjadi salah satu dewa dalam bisnis digital masa depan. Google telah menjelma menjadi perusahaan raksasa dengan kinerja bisnis yang selalu prima. Apa yang membuat mereka bisa begitu? Salah satu jawabannya : manajemen Google sangat gigih memberikan layanan fasilitas yang sungguh mak nyus kepada segenap karyawannya.

Ketekunan manajemen Google dalam membentangkan a wonderful workplace memang telah menjadi legenda. Beragam layanan fasilitas yang wow di hadirkan untuk membikin para karyawannya betah dan happy.
Tentu saja kita tidak harus men-copy semua kebijakan layanan karyawan a la Google. Namun dari pengalaman mereka dalam memberikan beragam layanan fasilitas kepada para karyawannya, ada sejumlah inspirasi yang mungkin bisa dipetik.

Berangkat dari pengalaman di Google, berikut tiga jenis layanan karyawan yang mungkin bisa kita mulai gagas dan wujudkan di sejumlah perusahaan besar dan menengah di tanah air. 

Layanan Karyawan # 1 : Nursery Room. Oke, ini sejatinya merupakan layanan yang bersifat amat basic, dan mestinya kita tidak perlu belajar dari Google untuk bisa menyediakannya (nursery room kita tahu merupakan fasilitas ruangan khusus untuk ibu-ibu yang memberikan ASI pada bayinya, atau mengambil ASI untuk kemudian diantarkan pada bayinya yang menunggu di rumah).

Yang mengejutkan : 99% perusahaan di Indonesia tidak mempunyai nursery room. Dan ini sungguh ajaib. Jadi kalau ada seorang CEO perusahaan besar dengan gagah bicara tentang pentingnya people management dan blah, blah lainnya; cukup tanyakan : apakah perusahaan bapak/ibu sudah punya nursery room? Kalau belum (dan kemungkinan besar, belum punya) : maka petuah CEO yang berapi-api sebaiknya segera kita masukkan ke kolong sampah.

Pesannya jelas : kalau sampai hari ini, perusahaan/kantor Anda belum mempunyai nursery room, berarti perusahaan Anda tergolong perusahaan yang masih sangat primitif.

Layanan Karyawan # 2 : Fasilitas fitness yang lengkap, disertai dengan kelas-kelas seperti yoga atau meditasi, dengan instruktur privat yang handal. I really love gym, jadi saya selalu bermimpi mestinya perusahaan-perusahaan di tanah air mau menyediakan ruangan fitness khusus untuk karyawannya (Google menyediakan ruangan fitness seluas dua kali lapangan sepak bola untuk para karyawannya).

Ruangan fitness itu mestinya juga dibuka setiap hari sejak pukul 6 pagi, dan diberikan kelas-kelas senam/aerobik/fitness/yoga dan lain-lain setiap hari. Lengkap dengan panduan video yang fun serta beragam program fitness yang atraktif.

Hidup sehat itu amat penting dan nikmat. Karena itu, tidak cukup hanya dengan senam setiap Jumat pagi di lapangan alakadarnya (kalau begini mah kelas kecamatan).

Membangun kinerja bisnis yang bagus dimulai dari karyawan yang sehat dan produktif. Memberikan fasilitas fitness adalah langkah awal untuk membangun komunitas sehat (dan bukan malah membiarkan karyawan merokok di ruangan ber AC).

Layanan Karyawan # 3 : Menyediakan fasilitas home theater. Mungkin asyik jika ada perusahaan yang mau menyediakan salah satu ruangannya untuk di-desain menjadi home theater bagi para karyawannya. Dengan begini, setiap minggu manajemen bisa melakukan kegiatan “nonton home theater bareng” bagi para karyawan lintas departemen (bukankah ini sangat bagus untuk membangun teamwork).

Bukan itu saja. Pihak perusahaan kemudian bisa memilih dan menyuguhkan film-film bagus yang sarat dengan nilai pembelajaran (film semacam Dead Poet Society, Gandhi, Laskar Pelangi, dll). Setelah itu mungkin bisa dilanjutkan dengan sedikit sharing mengenai learning points yang bisa dipetik dari film. Tak heran jika ada pakar pelatihan bilang media home theater merupakan salah satu media pembelajaran terbaik bagi para karyawan.

Itulah contoh tiga jenis layanan fasilitas yang mungkin layak diberikan kepada karyawan. Dan saya yakin, investasi layanan diatas dalam jangka panjang akan memberikan imbalan produktivitas yang berlipat-lipat (itulah kenapa manajemen Google dengan senang hati menyediakannya). Make your employee happy and healthy pasti akan menguntungkan bisnis di masa mendatang.

Sayangnya banyak pengelola SDM (bagian HR) di tanah air yang malas memberikan terobosan dan tidak kreatif. Mereka takut mengajukan dan menerapkan gagasan layanan semacam diatas. Akibatnya, sejak jaman cindil abang hingga hari ini, tak banyak layanan kreatif yang diberikan oleh perusahaan di tanah air kepada karyawannya.

Karena itu, jika Anda adalah manajer SDM atau pegawai di bidang SDM, silakan cetak artikel ini. Lalu segera diskusikan dengan CEO Anda agar disusun action plan implementasinya.

Sembari menunggu implementasinya, mari kita minum secangkir teh hangat dulu (jangan-jangan perusahaan/kantor Anda juga tak mau menyediakan air panas untuk bikin teh. Doh).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar